Minggu, 11 November 2012

PENGEMBANGAN SISTEM bab VII


PENGEMBANGAN SISTEM : SUATU SURVEI
BAB VII


KONTEKS ORGANISASIONAL PENGEMBANGAN SISTEM

Pengembangan system adalah proses memodifikasi atau mengubah sebagian atau seluruh sistem informasi.

  Konteks Pengembangan Sistem :

Penjelasan Gambar :
                Konteks pengembangan yang dimulai dari “ Pemakai “ sebagai fungsi organisasional yang membutuhkan pemrosesan data computer dengan menggunakan “ Sistem Informasi “

Tahap-tahap kebutuhan system pemakai adalah analis system yang berfungsi untuk mendefinisikan kebutuhan informasi spesifik si pemakai melalui empat tahap,yaitu :
  1.   Survei system berjalan
  2.   Mengidentifikasi kebutuhan informasi si pemakai
  3.   Mengidentifikasi kebutuhan system yang perlu untuk  memenuhi kebutuhan informasi pemakai
  4.   Penyajian analis system

Hasil dari analis system dilanjutkan ke perancangan system sebagai formulasi spesifikasi rinci dari system yang telah dianalisa yang terdiri dari tiga tahap :
·         ·         Evaluasi rancangan alternative
·         ·         Penyajian spesifikasi rancangan rinci
·         ·         Penyajian laporan perancangan system  
 Kemudian hasil di implementasikan di tahap opersi dengan mengopersikan peralatan-peralatan computer. Hasil akhir dari pengembangan system adalah pemakai akhir yang akan didukung oleh pemrosesan data lainnya.


-       MSIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM




Rekayasa Ulang Bisnis 
Rekayasa ulang bisnis didukung oleh beberapa faktor, diantaranya :
·                   Gerakan Gugus Kinerja Mutu – Total Quality Performance (TQP) dalam bisnis
·                   Perkembangan tren layanan informasi
Aktivitas-aktivitas rinci tersebut adalah :
  1. Analis                          :   Penilaian Kelayakan, Analis informasi
  2. Perancangan  : Perancangan system, Pengembangan program, Pengembangan                                                                                                            prosedur
  3. Implementasi              :   Pengubahan, Opersi dan Pemeliharaan, Post Audit dan penelaahan.  

TINJAUAN ATAS DOKUMENTASI PENGEMBANGAN SISTEM
Oleh NUR YANNY ELTIA 09121076
Dokumentasi sistem adalah   Pendukung pengendalian berupa pengembangan sistem. Format khusus dari dokumentasi pengembangan sistem biasanya di sebut dalam standar-standar dokumentasi pengembangan sistem organisasi.
Contoh pengendalian-pengendalian dokumentasi dalam siklus hidup pengembangan sistem
Tahap
Dokumentasi
Perancangan dan analisis sistem
Studi kelayakan
Diagram arus logis
Kamus-kamus data
Spesifikasi pemakai
Perancangan konseptual
Perancangan sistem
Laporan perancangan sistem
Bagan arus
Tabel kepuusan
Deskripsi program
Prosedur-prosedur operasi
Menjalankan manual
Deskripsi file
Prosedur-prosedur masukan data
Implementasi, evaluasi, dan
Perancanaan pengubahan
pengendalian sistem
Perancanaan pengujian
Skedul operasi
Audit dan penelahaan sistem
Perencanaan audit
Tanggapan pemakai

-       PERAWATAN STANDAR-STANDAR DOKUMENTASI SISTEM
Perawatan standar-standar dokumentasi sistem dan penggunaannya secara konsisten di dalam pengembangan sistem merupakan tugas utama dalam suatu organisasi. Dokumentasi sistem menggunakan tehnik-tehnik analisis yang terstruktur. Tehnik-tehnik ini berbentuk tabular atau matriks dan digunakan dalam pola top-down dengan perbaikan yang cukup banyak.

·             Keuntungan dokumentasi :
1.     Meyakinkan seluruh pertimbangan dan tindakan-tindakan relevan
2.     Menyediakan media penelaahan proyek yang efektif bagi manajemen dan pihak-pihak lain
3.     Penting untuk mengoperasikan dan memelihara sistem

·             Satu-satunya kekurangan dokumentasi adalah pekerjaan harus selalu memproduksi dokumentasi. Pekerjaan itu sendiri seringkali bersifat repetitif, makan waktu, dan tampak sebagai tugas yang tidak menyenangkan bagi orang-orang kreatif.

Jadi, pendekatan otomasi untuk dokumentasi sistem memang sesuatu yang sangat layak sistem manajemen proyek terotomasi juga menghasilkan dan memelihara dokumentasi yang diwajibkan.
Rekayasa Ulang

ð  Proses pengutipan segmen-segmen kode yang digunakan ulang, dari perangkat lunak yang ada, kemudian merestrukturisasikan kode ini untuk meningkatkan efisiensi dan kegunaan ulangnya. Perekayasaan ulang merupakan usaha untuk membuat perangkat lunak lebih mudah diciptakan, lebih sederhana untuk digunakan dan dapat digunakan ulang. Keuntungan utama OOP adalah bahwa obyek dapat digunakan ulang.

*Pengendalian Perubahan Program
                Pengendalian perubahan program memperhatikan pemeliharaan program aplikasi. Tujuan pengendalian itu adalah untuk mencegah penggelapan yang potensial dan perubahan yang tidak terotorisasi sebelum program-program diuji dan disetujui.

Pemisahan Tugas
                Tujuannya adalah menampilkan seluruh perubahan program secara efektif. Orang yang bertanggung jawab atas daftar perubahan pencatatan program memberitahu pemrogram-pemrogram atas permintaan perubahan secara tertulis yang berfungsi sebagai otorisasi bagi para pemrogram untuk memperoleh rangkapan program produksi dan dokumen yang berkaitan.

Pengendalian Dokumentasi
                Dokumentasi dan penelaahan atas penambahan perubahan-perubahan ke program produksi juga penting dalam pola yang serupa dengan yang telah dibahas, yaitu sebagai pemisahan fungsi dalam proses ini. Jika aktivitas-aktivitas pemeliharaan dibatasi untuk periode waktu tertentu, penelaahan statistik sistem pengoperasian memberikan pengendalian atas perubahan-perubahan yang tidak terotorisasi yang dapat dibuat selama periode waktu yang tidak terotorisasi.

Pertimbangan-pertimbangan Manajemen
                Dari sudut pandang manajemen, pemeliharaan harus dipertimbangkan sebagai pengembangan sistem dalam skala kecil. Untuk mengurangi perubahan yang harus dibuat dalam situasi krisis, kemungkinan dengan menetapkan skedul untuk menelaah dan menanggapi komentar pemakai setiap aplikasi secara bergantian. Teknik pemrograman terstruktur (SP), dokumentasi yang memadai dan penggunaan basis data dan atau bahasa pemrograman berorientasi obyek tingkat tinggi akan membantu meningkatkan daya pelihara program.

*Administrasi Basis Data
                => hal penting dalam perancangan dan pengendalian seluruh elemen manajemen data dan sistem basis data. Fungsi yang dijalankan administrasi basis data tidaklah baru. Fungsi ini, seperti pendefinisian data dan keamanan data, secara tradisional dilaksanakan secara terpisah dan berkas-berkas yang berkaitan. Aktivitas pengendalian utama administrasi basis data adalah menetapkan standar-standar dan dokumentasi untuk elemen-elemen data dalam basis data. Administrasi basis data harus membantu dalam memecahkan masalah ketidakcocokan dan koordinasi dan komunikasi dan diantara kelompok-kelompok basis data. Sebagai bagian proses perancangan, administrasi basis data harus berkaitan dengan pembuatan keamanan,keterpaduan,pembagian data,pemulihan atau backup dan jejak audit.

*Keterlibatan Auditor dalam Pengembangan Sistem
                Kemampuan sistem pemrosesan data untuk diaudit tergantung pada sistem pengendalian yang dibangun dalam sistem selama pengembangannya. Auditor intern meyakinkan bahwa audit yang diperlukan dan lingkup pengendalian dibangun dalam sistem yang berdasar komputer.

*Penggunaan tekhnik-tekhnik lanjutan
                Tekhnik-tekhnik pengembangan aplikasi lanjutan mencakup antara lain adalah metodologi pengembangan sistem,bahasa generasi-keempat,pengembangan berdasar-PC,CASE,prototyping,tekhnik-tekhnik pemrograman berorientasi obyek.
                Tekhnik manajemen proyek -> pusat dari siklus hidup pengembangan sistem yang terkendali dengan baik. Manajemen proyek dimulai dan akan memperhatikan masalah-masalah terperinci analisis,perancangan,pemrograman,pengujian,implementasi,operasi dan pemeliharaan proyek.

Seleksi Proyek
                Biasanya merupakan tanggung jawab dewan pengarah atau unit organisasi lain untuk menjamin adanya partisipasi pemakai dalam proses seleksi.


Tanggung jawab tim proyek adalah perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian proyek.



Kecenderungan Kelebihan Proyek
·                    Tidak adanya konsensus pemakai
·                    Recnaca proyek yang tidak akurat
·                    Kurang terlibatnya pemakai
·                    Proyeksi biaya yang tidak akurat
·                    Kelangkaan personel yang bermutu
·                    Estimasi prosesor yang tidak akurat
·                    Biaya pelatihan
SOAL :
      1.      Apa yang di maksud dengan pengembangan sistem ?

Pengembangan system adalah proses memodifikasi atau mengubah sebagian atau seluruh sistem informasi.
      2.      Apa yang dimaksud dokumentasi sistem ?
Dokumentasi sistem adalah   Pendukung pengendalian berupa pengembangan sistem
      3.      Apa yang di maksud dengan kekurangan dokumentasi ?
kekurangan dokumentasi adalah pekerjaan harus selalu memproduksi dokumentasi. Pekerjaan itu sendiri seringkali bersifat repetitif, makan waktu, dan tampak sebagai tugas yang tidak menyenangkan bagi orang-orang kreatif
      4.      Sebutkan salah satu  Keuntungan dokumentasi ?
A.     Meyakinkan seluruh pertimbangan dan tindakan-tindakan relevan
B.     Evaluasi rancangan alternative
C.     Penyajian spesifikasi rancangan rinci
D.     Penyajian laporan perancangan system  
Jawabannya : A
        5.      Sebutkan Kecenderungan Kelebihan Proyek ?
-          Tidak adanya konsensus pemakai
-          Recnaca proyek yang tidak akurat
-     Kurang terlibatnya pemakai




SISTEM PEMROSESAN DATA ELEKTRONIK BAB 10


 

SISTEM PEMROSESAN DATA ELEKTRONIK
10.1. Sistem Masukan
Sistem-sistem Masukan dengan kertas.
Dalam beberapa sistem akuntansi yang terkomputerisasi, masukan-masukan ke sistem akuntansi berupa dokumen sumber yang di tulis tangan atau di ketik. Setiap tahap pemrosesan masukan sebagai berikut:
• Penyiapan dan pelengkapan dokumen sumber
• Pengiriman dokumen-dokumen sumber ke pemrosesan data
• Masukan data
• Pengeditan data program
Sistem-sistem Masukan Tanpa kertas
Dalam sistem-sistem masukan tanpa kertas (paperless input system ) , kadang-kadang di sebut juga sistem masukan online, transaksi-transaksi di masukan secara langsung ke dalam jaringan komputer, dan kebutuhan pengetikan dalam dokumen sumber di kurangi. Sistem masukan tanpa kertas membutuhkan intervensi manusia umumnya memlalui 2 tahapan yaitu entry data dan edit data, dan transfer ke sistem aplikasi komputer pusat. Sistem tanpa kertas yang tidak membutuhkan keterlibatan manusia, Transaksi-transaksi di proses dari awal sampai akhir tanpa keterlibatan manusia : pemrosesan transaksi otomatis secara penuh. Salah satu aplikasi tekhnologi ini adalah networked vending machine (NVM)
10.2. Sistem Pemrosesan
Sistem pemrosesan berdasar kertas
Transaksi-transaksi di masukkan kedalam komputer dalam batch yang di proses secara periodik. Contoh pemrosesan secara batch adalah laporan jam kerja mingguan untuk membuat cek pembayaran gaji.
Pemrosesan secara batch dengan pemutahiran file secara berurutan, pemrosesan dalam sistem semacam ini mencakup tahap-tahap berikut:
• Penyiapan file transaksi
• Pemutahiran file induk
• Pemutahiran buku besar
• Penyiapan laporan buku besar
Pemrosesan batch dengan pemutahiran file akses random, tahap-tahapnya sebagai berikut :
• Catatan di baca dari file transaksi
• Nilai kunci catatan transaksi digunakan untuk mengakses secara random
• Catatan dalam file induk di mutahirkan dalam memori dan kemudian ditulis ulang ke file data
Sistem pemrosesan tanpa kertas
Dalam sistem pemrosesan tanpa kertas , baik
pemrosesan batch maupun tepat waktu dapat di lakukan dengan pemrosesan tepat waktu, kadang-kadang disebut online realtime processing. Pemrosesan batch dalam sistem pemrosesan tanpa kertas mirip dengan pemrosesan batch dalam sistem berdasar kertas. Perbedaannya adalah voucher jurnal diganti dengan fungsi yang serupa tetapi secara elektronik dan buku besar di mutahirkan secara otomatis secara periodik. Pemrosesan tepat waktu dalam sistem pemrosesan tanpa kertas, keuntungan utama dalam pemrosesan tanpa kertas adalah memungkinkan untuk melakukan pemrosesan tepat waktu.
10.3 Sistem Keluaran
Sistem keluaran dapat berupa sistem dengan kertas, tanpa kertas atau antara keduanya. Sebagian besar sistem dengan kertas dan berorientasi batch dengan pemrosesan file sekuensial mengahislkan volume jeluaran yang besar. Sebagai contoh hasil cetak keluaran file piutang dagang dapat digunakan untuk melihat saldo pelanggan individual.
Pengendalian ekeluaran di rancang untuk mengecek bahwa hasil pemrosesan telah berupa keluaranb yang sah dan keluaran tersebut telah didistribysikan secara memadai.
Kelompok pengendalian PDE terpisah seriungkali dibentuk untuk memonitor operasi PDE. Kelompok pengendalian PDE menrupakan bagian dari fungsi audit intern perusahaan. Distribusi keluaran harus dikendalikan untuk meminimalkan akses tidak sah terhadaop data-data penting. Distribusi keluaran di kendalikan melalui dokumentasi dan penyeliaan. Umumnya, register distribusi keluaran dibuat untuk mengendalikan disposisi laporan.
SOAL:
1.       Apa yang dimaksud dengan Sistem-sistem Masukan dengan kertas ?
Dalam beberapa sistem akuntansi yang terkomputerisasi, masukan-masukan ke sistem akuntansi berupa dokumen sumber yang di tulis tangan atau di ketik.
2.       Apa yang di maksud dengan Sistem pemrosesan berdasar kertas ?
Transaksi-transaksi di masukkan kedalam komputer dalam batch yang di proses secara periodic
3.       Sebutkan tahapan Pemrosesan secara batch ?
• Penyiapan file transaksi
• Pemutahiran file induk
• Pemutahiran buku besar
• Penyiapan laporan buku besar
4.       Sebutkan tahapan secara Pemrosesan batch dengan pemutahiran file akses random ?
• Catatan di baca dari file transaksi
• Nilai kunci catatan transaksi digunakan untuk mengakses secara random
• Catatan dalam file induk di mutahirkan dalam memori dan kemudian ditulis ulang ke file data
5.  Ada berapakah tahapan secara Pemrosesan batch dengan pemutahiran file akses random ?
A.3                                         C.5
B.4                                          D.6
Jawabannya : A





PEMROSESAN FILE DAN KONSEP MANAJEMEN DATA BAB 9


 

PEMROSESAN FILE DAN KONSEP MANAJEMEN DATA
9.1 Tinjauan Sekilas Tentang Teknologi
A.Field, Unsur Data, Atribut, dan Elemen- Elemen
Istilah- istilah field, unsur data, atribut, dan elemen digunakan secara bergantian untuk menyebutkan blok data terkecil yang disimpan dan digunakan dalam sistem informasi. Field dapat terdiri atas karakter tunggal atau nomor tunggal, atau dapat terdiri dari beberapa karakter atau nomor.
Contoh- contoh field adalah :
1. Nama pelanggan
2. Nomor tunjangan sosial karyawan
3. Nomor pesanan pembelian
Field biasanya secara logis berkaitan dengan field lainnya;
pengelompokan logis atas field disebut catatan (record).
B. Okurensi Data
Struktur catatan memiliki okurensi (occurences), yang juga disebut instances. Okurensi catatan adalah himpunan spesifik nilai- nilai data untuk catatan.
C. Panjang Catatan- Tetap dan variabel
Catatan dalam file dapat memiliki panjang yang tetap atau variabel. Dalam catatan dengan panjang- tetap, baik jumlah field maupun panjang (ukuran karakter) setiap field adalah tetap. Sebagian besar catatan yang disimpan dalam direct access storage devices (DASDs) adalah catatan panjang- tetap. Catatan dengan panjang- variable, lebar field dapat disesuaikan untuk setiap okurensi data. Catatan penjejak adalah perluasan dari catatan master,. Catatan penjejak terpisah dari catatan master dan hanya ditulis sesuai kebutuhan. Dengan menggunakan file piutang dagang akun terbuka, sebagai contoh, catatan master memuat informasi yang umum bagi seluruh akun dan jumlah faktur yang memadai bagi sebagian besar akun, dimana catatan penjejak memuat lebih banyak faktur. Catatan master harus memiliki jumlah yang sama dengan catatan penjejak yang berkaitan sesuai kebutuhan. Catatan penjejak harus segera dituliskan setelah catatan master yang berkaitan.
Kelompok berulang adalah kelompok field yang berhubungan yang diulang dalam catatan dengan panjang variabel. Dalam diagram pohon 11.3 PART tampak sebagai Induk dari PEMASOK dan LOKASI karena setiap kemunculan PART akan menimbulkan lebih dari satu pemasok atau lokasi. Secara umum, elemen tingkat tertinggi dalam diagram pohon adalh induk; elemen dengan tingkatan lebih rendah yang tampak pada diagram pohon yanng berkaitan dengan (atau bagian dari induk disebut anak.
D. Kunci catatan dan Urutan File
Kunci atau kunci catatan merupakan unsur data atau kombinasi unsusr data yang secara unik mengidentifikasi catatan tertentu dalam file. Istilah order random relatif berkaitan dengan field dimana file tidak disortir.
9.2 EVOLUSI TEKNOLOGI DATABASE
Teknologi database berkembang sejalan dengan perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak. Pembuatan jaringan dan teknologi komunikasi mengubah skala ekonomi pembuatan database.
Periode Kejadian Teknik database yang berkaitan
1960-an Lingkungan mainframe
Sistem manajemen database
Layanan informasi on-line Sistem file
Manajemen database
Manajemen teks
1970-an Expert systems
Pemrograman berorientasi- obyek Inferensi dan deduksi
Inheritensi dan abstraksi
1980-an Sistem hiperteks Asosiasi
1990-an Sistem database intelijen Kombinasi teknik- teknik
Pengembangan dalam teknologi untuk melakukan masukan data ke komputer secara umum berperan dalam perkembangan database secara pesat.
A. Lingkungan Mainframe
Pada mulanya, masalah utama berkaitan dengan jumlah file yang besar.
B. Sistem Manajemen Database
Lama- kelamaan, perusahaan menghadapi masalah sistem file sederhana. Kesulitan utama termasuk menemukan file yang tepat untuk informasi yang dibutuhkan, pemborosan karena duplikasi data yang sama dalam file yang berbeda, dan kurangnya standarisasi antar file.
C. Layanan Informasi On-line
Salah satu layanan database tersambung (on-line) terbesar adalah Dialog, yang sekarang mencakup ratusan database dan ratusan jutaan catatan. Banyak perusahaan mengumpulkan informasi dari layanan on-line yang harus dikaitkan secara sistematis dengan sistem informasi mereka. Ini berhubungan juga dengan kebutuhan baru, manajemen teks, yang bersama- sama dengan data grafis dan suara, membutuhkan teknologi yang lebih baik dari yang disediakan sistem database yang tradisional. Sistem multimedia tersebut semakin penting saja masalah ini.
D. Expert Systems
Sistem ahli (expert systems) membantu pengambilan keputusan tingkat tinggi dan telah sukses diterapkan dalam beberapa area seperti pengesahaan pemberian pinjaman, penentuan dimana penggalian mineral dilakukan, dan diagnosa pengobatan.
E. Pemrograman Berorientasi-Objek
Pemrograman Berorientasi- Objek meliputi pendefinisian obyek- obyek dari daftar atau kumpulan informasi yang rumit.
F. Sistem Hiperteks
Sistem hiperteks memungkinkan para pemakai untuk mengambil database dengan cara random melalui pemilihan kata- kata kunci. Aplikasi awal hipermedia dalam bisnis sangat berkaitan dengan materi- materi referensi seperti manual kebijakan dan pelatihan.
G. Sistem Database Intelejen
Sistem database intelejen merefleksikan kecenderungan penggabungan seluruh teknologi- teknologi terbaru, termasuk yang paling muktahir, ke dalam satu sistem database.
9.3 SISTEM MANAJEMEN DATABASE DAN ARSITEKTURNYA
Pada gambar 11.5 terdapat tiga tingkatan arsitektur yang relevan dengan database dan manajemen database; arsitektur tingkat konseptual, arsitektur tingkat logis, dan arsitektur tingkat fisik. Pada tingkat konseptual, database merupakan kumpulan beragam elemen informasi yang akan digunakan untuk tujuan- tujuan yang telah dipilih. Catatan dan field- field dalam database distrukturkan dan diorganisasikan dalam beberapa pola logis, sehingga membantu pembentukan struktur data logis. Terdapat tiga jenis struktur data logis yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu : hirarkis, jaringan, dan relasional.
A. Arsitektur Konseptual
Model data hubungan entitas- entity relationship (ER) merupakan pendeketan yang populer. Model ER menggambarkan hubungan antar segmen secara sederhana. Terdapat pula metode- metode konseptual lainnya, termasuk teknik pembuatan model berorientasi-obyek-object-oriented modeling technique (OMT), yang pada dasarnya dikembangkan untuk pemrograman berorientasi- obyek dan diadaptasi untuk pembuatan model Blaha, Premerlani, dan Rumbaugh. Kelas obyek berkaitan dengan segmen, dan obyek berkaitan dengan bagian tertentu.
B. Arsitektur Database pada Tingkat Logis : Struktur Database Logis
Hubungan- hubungan yang timbul antara segmen- segmen dalam database ditentukan oleh struktur data logis, yang juga disebut skema atau model database. Tiga model utama struktur data logis yang ada dalam literatur adalah :
1. Model pohon atau hirarkis
2. Model jaringan
3. Model relasional
Penjelasannya :
1. Model pohon atau hirarkis
Struktur pohon merupakan representasi langsung proses segmentasi yang telah di jelaskan sebelumnya.Dalam struktur pohon,setiap simpul mewakili himpunan field(misalnya,segmen),dan simpul berkaitan dengan node lain yang tingkatanya lebih tinggi dalam struktur pohon.Simpul yang lebih tinggi disebut simpul induk.Hubungan antara induk dan anak di sebut cabang.
2. Struktur jaringan
Struktur jaringan memungkinkan segmen anak memiliki lebih dari satu induk.struktur pohon dan jaringan keduanya diterapkan dengan penunjuk field(field pointer),dengan segmen lintas-hubung,seperti yang akan di bahas lebih jauh dalam bagian berikutnya.
3. Implementasi struktur-struktur pohon dan jaringan
Topik implementasi srtuktur-struktur pohon dan jaringan lebih merupakan bagian dari arsitektur fisik database di bandingkan sebagai arsitektur logis.Dalam organisasi daftar,setiap catatan memuat satu atau lebihponter(field)yang mengindikasikan alamat catatan logis berikutnya yang memiliki atribut yang sama.Catatan dapat merupakan bagian dari beberapa daftar.Daftar ini disebut organisasi multydaftar.
Dua area aplikasi sistem berdasar penunjuk field yang paling berkrmbang adalah hiperteks dan jaringan data semantik.
4. Struktur data relasional
Model relasional memandang database sebagai kumpulan dua tabel dimensional dibandingkan sebagai struktur jenis hirarkis atau jaringan.Aturan-aturan tertentu di sebut format-format normal mengatur pembuatan tabel-tabel.ketiga format normal adalah sebagai berikut:
Format normal Aturan
Format normal pertama Membagi tabel untuk mengeliminasi kelompok berulang
Format normal kedua Membagi tabel sehingga tidak ada kunci yang memntukan nilai field non-kunci.
Format normal ketiga Membagi tabel sehingga tidak ada field non- kunci yang menentukan nilai field non- kunci lainnya.
C. Arsitektur database pada tingkat fisik
Dalam pembahasan tingkat fisik arsitektur database,kita akan berfokus pada tiga metode akses file:Sekuensial,Terindeks,langsung.
1. File terakses secara sekuensial
Dalam file akses sekuensial,catatan-catatan hanya dapat di akses dalam sekuens yang telah di tentukan sebelumnya.organisasi file sekuensial bukan merupakan alat sortir data yang bermanfaat jika hanya terdapat sedikit saja catatan yang akan di akses dalam file yang memuat banyak catatan.file sekuensial bermanfaat dalam pemrosesan batch,secara normal mengakses seluruh catatan dalam file.kesimpulannya,organisasi file sekuensial bermanfaat jika di butuhkan pemrosesan batch.
2. File terindeks
Setiap atribut dapat di ekstrak dari catatan dalam file utama dan di gunakan untuk membuat file baru yang bertujuan menyediakan indeks untuk file asli.File seperti itu di sebut file terindeks atau file terinversi.File dikatakan terinversi secara penuh jika ada indeks untuk seluruh fieldnya.File sekuensial terindeks adalah file sekuensial yang tersimpan dalam DASD dan di indeks serta di sortir secara fisik dalam field yang sama.File-file tersebut umumnya berhubungan dengan file ISAM,dimana ISAM berlaku sebagai kontraksi metode akses sekuensial terindeks.Area utama(primer)merupakan bagian dari disk dimana catatan-catatan aktual di tulis.area tambahan merupakan bagian terpisah dari disk yang di lokasikan bagi file untuk memuat tambahan yang di buat,tanpa melakukan pemrosesan ekstensif terhadap file awal.
3. File terakses secara langsung
File terakses secara langsung memungkinkan catatan-catatan individual dapat di panggil secara cepat tanpa menggunakan indeks.Tranformasi random merupakan metode penyimpanan dan penempatan catatan dalam file akses langsung yang di gunakan secara luas.jadi istilah akses random sering kali di gunakan sebagai sinonim dari akses langsung.
D. Hubungan ekonomik antar teknik-teknik organisasi file
Teknik-teknik akses file yang telah di bahas(sekuensial,terindeks,dan akses langsung) cocok untuk situasi-situasi yang berbeda.gambar 11.18 mengiktisarkan kapan masing-masing teknik organisasi file di gunakan.aspek ekonomik pemrosesan file sangat ditentukan oleh rasio aktifitas(jumlah catatan-catatan yang di akses dibagi dengan jumlah catatan dalam file),dan waktu yang dibutuhkan untuk pemrosesan dan inquiri.
Teknik-Teknik organisasi file Saat terbaik Keterbatasan
Sekuensial Rasio aktifitas tinggi,seperti dalam pemrosesan batch Tidak memungkinkan untuk mengakses catatan tunggal secara cepat
Terindeks Rasio aktifitas rendah,ukuran file dari moderat sampai tinggi Pemutakhiran file membutuhkan pemutakhiran indeks-indeks
Sekuensial terindeks File harus di proses dengan pola pemrosesan batch(rasio aktifitas tinggi) dan non batch(rasio aktifitas rendah) Sama dengan sekuensial dan terindeks
Langsung Rasio aktifitas rendah,file berukuran rendah,struktur jaringan,dan struktur pohon Memerlukan kunci-kunci untuk menempatkan catatan-catatan
A.     Arsitektur fisik,Perangkat keras,dan waktu tanggap
Dari sisi perangkat keras,waktu tanggap di pengaruhi oleh waktu akses fisik.ini adalah waktu yang dibutuhkan CPU untuk melakukan pemanggilan blok tunggal data dari disk,yang disebut waktu akses disk.faktor lain yang dapat mempengaruhi waktu tanggap adalah bagaimana catatan data secara fisik didistribusikan dalam disk.Dalam harddisk,data dalam trek atau silinder yang sama dapat di akses tanpa memindahkan alat baca tulis.harus di tekankan bahwa banyak sistem database yang tergantung pada kegiatan masukan atau keluaran sistem oprasinya.kebutuhan menyimpan file secara berurutanbergantung pada arsitektur fisik database dan metode akses file yang digunakannya.
SOAL :
1.      Sebutkan contoh field ?
contoh field adalah :
1. Nama pelanggan
2. Nomor tunjangan sosial karyawan
3. Nomor pesanan pembelian
2.      Apa yang di maksud dengan .Kunci catatan dan Urutan File /
Kunci atau kunci catatan merupakan unsur data atau kombinasi unsusr data yang secara unik mengidentifikasi catatan tertentu dalam file. Istilah order random relatif berkaitan dengan field dimana file tidak disortir.
3.      Apa yang di maksud dengan Pemrograman Berorientasi-Objek ?
Pemrograman Berorientasi- Objek meliputi pendefinisian obyek- obyek dari daftar atau kumpulan informasi yang rumit.
4.      Apa yang dimaksud dengan Pemrograman Berorientasi-Objek ?
Pemrograman Berorientasi- Objek meliputi pendefinisian obyek- obyek dari daftar atau kumpulan informasi yang rumit
5.      Pada tahun berapa Layanan informasi on-line Sistem file Manajemen database Manajemen teks ?
A.      1970-an Expert systems                                               
B.      1980-an Sistem hiperteks Asosiasi
C.      1990-an Sistem database intelijen Kombinasi teknik- teknik
D.      1960-an Lingkungan mainframe
JAWABANNYA : A

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN LAPORAN-LAPORAN MANAJEMEN BAB 8


   PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN LAPORAN-LAPORAN MANAJEMEN

BAB 8

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN LAPORAN-LAPORAN MANAJEMEN
8.1 Manajer dan keputusan
1. Perencanaan dan pengendalian
Merupakan aktifitas-aktifitas fundamental yang biasa dilakukan olah seluruh manager.Tujuan-tujuan umum maka managemen akan berupaya mencapai tujuan-tujuan tersebut melalui pengambilan keputusan sehari-hari.
2. Pengambilan keputusan
Konstribusi utama seorang manager kepada perusahaan adalah pengambilan keputusan. Ada enam tahap sistematis yang biasanya dilakukan oleh seorang manager ketika mengambil keputusan :
- Mengidentifikasikan dan mendefinisikan masalah
- Menentukan alternatif tindakan
- Mengevaluasi tindakan-tindakan yg mungkin
- Memilih alternatif tindakan terbaik
- Melaksanakan alternatif tindakan yg dipilih
- Melakukan tindak lanjut untuk meyakinkan dirinya bahwa hasil yg
diinginkan dapat diperoleh.
3. Informasi yang berguna untuk perencanaan dan pengendalian
Informasi berbeda dengan data yaitu informasi berguna bagi pengambil
keputusan sedangkan data tidak. Data hanyalah bahan mentah untuk
menghasilkan informasi. Kegunaan informasi berasal dari pengaruhnya
terhadap keyakinan manager yang berkaitan dengan kejadian-kejadian
yang relevan dengan proses pengambilan keputusan.
Nilai dari informasi sempurna dapat dihitung sebagai tambahan kenaikan
dalam hasil yg diharapkan yg dihasilkan dari suatu keputusan jika informasi yg sempurna tersebut. Mengenai setiap unit menyarankan penjualan hanya dilakukan terhadap hasil produksi yg tidak cacat dan membuang seluruh hasil produksi yg cacat.
4. Perangkat lunak untuk pengambilan keputusan
Perangkat lunak komputer telah dikembangkan untuk membantu manager dalam pengambilan keputusan. Perangkat lunak database membantu manager untuk mengumpulkan informasi yg relevan untuk suatu keputusan dan memungkinkan manager untuk melakukan kueri terstruktur atas informasi dalam database.
Perangkat luanak pendukung keputusan dan perangkat lunak sistem ahli menyediakan bantuan dalam melakukan perhitungan dan menyediakan saran-saran ahli mengenai keputusan managemen tertentu.
8.2 Pelaporan kepada manajemen
1. Jenis-jenis laporan
Laporan perencanaan umumnya berbentuk anggaran dan bermanfaat untuk membantu manajer dalam mengalokasikan dan memperoleh sumber daya untuk operasi perusahaan dimasa yang akan datang. Laporan pengendalian membantu manajer meyakinkan dirinya bahwa operasi berjalan sesuai rencana.Laporan operasional berfokus pada keadaan operasi sekarang dalam perusahaan. Tujuannya utamanya adalah untuk membantu individu-individu dalam melakukan aktivitas operasional sehari-hari.
2. Sistem Pelaporan Keuangan dan Biaya
Sistem ini berfokus pada pembuatan atau penyajian laporan-laporan tradisional, yaitu laporan laba rugi, laporan posisi keuangan. Terdapat 2 jenis sistem akuntansi biaya yaitu: sistem biaya atas order kerja dan sistem biaya atas proses.
3. Sistem Pelaporan Akuntansi Pertanggungjawaban
Menyatakan bahwa seluruh kejadian dalam lingkungan perusahaan dapat ditelusuri ke pertanggung jawaban individu tertentu. Sistem akuntansi pertanggungjawaban biasanya mampu mengalokasikan biaya ke pusat-pusat pertanggungjawaban yg relevan.
4. Sistem Pelaporan Profitabilitas
Pelaporan ini tidak hanya bermanfaat sebagai alat bantu dalam melakukan evaluasi. Disamping itu, pelaporan profitabilitas memiliki keunggulan yaitu memberi pandangan kepada masing-masing manajer mengenai konstribusi unit-unit organisasi terhadap laba perusahaan secara keseluruhan.
SOAL :
1.      Apa yang dimaksud Perencanaan dan pengendalian ?
Merupakan aktifitas-aktifitas fundamental yang biasa dilakukan olah seluruh manager
2.      Apa yang dimaksud dengan Pengambilan keputusan ?
Konstribusi utama seorang manager kepada perusahaan adalah pengambilan keputusan
3.      Apa yang di maksud dengan Informasi yang berguna untuk perencanaan dan pengendalian ?
Informasi berbeda dengan data yaitu informasi berguna bagi pengambil
keputusan sedangkan data tidak. Data hanyalah bahan mentah untuk
menghasilkan informasi. Kegunaan informasi berasal dari pengaruhnya
terhadap keyakinan manager yang berkaitan dengan kejadian-kejadian
yang relevan dengan proses pengambilan keputusan.
4.      Untuk apa Perangkat lunak di kembangkan ?
Perangkat lunak komputer telah dikembangkan untuk membantu manager dalam pengambilan keputusan
5.      Sebutkan salah satu enam tahap sistematis yang biasanya dilakukan oleh seorang manager ketika mengambil keputusan :
A.     Mengidentifikasikan dan mendefinisikan masalah
B.     Konstribusi utama seorang manager kepada perusahaan adalah pengambilan keputusan
C.     Merupakan aktifitas-aktifitas fundamental yang biasa dilakukan olah seluruh manager
D.     Perangkat lunak komputer telah dikembangkan untuk membantu manager dalam pengambilan keputusan
Jawabannya : A